Profil · 15 Januari 2025
Dari Anak Warnet Menjadi Produser Musik: Kisah Dwi Sumantri Membangun DWS Record dari Bekasi
Di tengah dominasi label besar di industri musik Indonesia, seorang produser muda asal Bekasi membuktikan bahwa talenta lokal bisa dibangun secara mandiri hingga menembus panggung nasional. Dwi Sumantri, produser musik, composer, arranger, sekaligus audio engineer kelahiran 23 November 1995, adalah pendiri DWS Record — sebuah label rekaman independen yang kini menaungi sejumlah artis lintas genre mulai dari rock, indie pop, hip rock, hingga emo.
Perjalanan Dwi di dunia musik dimulai sejak usia dini. Tumbuh dalam keluarga yang dekat dengan musik — sang ayah adalah seorang gitaris — Dwi mulai menekuni drum dan gitar sejak Sekolah Dasar. Pada usia sekitar 10 tahun, ia sudah manggung pertama kali sebagai drummer, menjadi satu-satunya anak kecil di antara personel yang jauh lebih tua.
"Perjalanan musik bukan sekadar tentang berada di atas panggung, tapi tentang memahami bagaimana sebuah karya lahir, bagaimana emosi diterjemahkan menjadi suara," ujar Dwi Sumantri.
Ketertarikannya pada dunia rekaman tumbuh secara otodidak. Pada 2017, ia mendirikan BeatSpace Studio, dan setahun kemudian membentuk DWS Management pada 2018 — yang kemudian berkembang menjadi ekosistem kreatif DWS Record. Kini, di bawah bendera DWS Record, Dwi telah memproduseri sejumlah proyek musik yang mulai dikenal luas, di antaranya Tokoh Fiksi, Bingar, Mighty Sound, dan Justivice.
Label ini mengusung filosofi "artist-first" — menempatkan artis sebagai pusat dari setiap keputusan kreatif dan bisnis. Baca profil lengkap Dwi Sumantri →
Rilisan · 2025
DWS Record Terus Perkuat Katalog Musik Indonesia Lewat Deretan Artisnya
Label rekaman independen DWS Record kembali menegaskan posisinya di kancah musik Indonesia melalui katalog rilisan yang terus berkembang. Label yang didirikan produser Dwi Sumantri ini kini menaungi sejumlah artis yang aktif merilis karya di platform streaming digital.
Deretan artis di bawah DWS Record mencakup berbagai genre: Tokoh Fiksi (rock/alternatif), Bingar, Mighty Sound (hip rock), dan Justivice (perpaduan emo dan R&B). Keragaman ini mencerminkan visi label untuk tidak terpaku pada satu genre, melainkan fokus pada kualitas dan karakter tiap artis.
"Kami tidak mengejar tren sesaat. Kami membangun karier jangka panjang untuk artis, bukan sekadar rilisan satu kali," ujar Dwi Sumantri.
Ke depan, DWS Record menyiapkan sejumlah debut single baru, termasuk dari nama-nama seperti AWAY dan Tiddy Praditya. Seluruh rilisan DWS Record dapat didengarkan di Spotify, YouTube, dan platform musik digital lainnya. Lihat katalog rilisan →
Perspektif Industri
Label Independen sebagai Masa Depan Musik Indonesia
Industri musik Indonesia sedang mengalami pergeseran. Semakin banyak artis memilih jalur independen, dan label-label kecil bermunculan sebagai alternatif dari sistem major label tradisional. Salah satu yang konsisten menjalankan model ini adalah DWS Record, label asal Bekasi yang didirikan produser Dwi Sumantri.
Menurut Dwi, kunci keberlanjutan label independen ada pada tiga hal: kualitas produksi, transparansi dengan artis, dan kesabaran membangun karier. "Banyak talenta hebat gagal berkembang bukan karena kurang bakat, tapi karena kurang infrastruktur dan bimbingan. Di situlah peran label independen seperti kami," jelas Dwi.
DWS Record menerapkan model "artist-first" — royalti yang transparan, kesepakatan yang adil, dan penghargaan penuh terhadap kebebasan kreatif artis. Dengan pengalaman lebih dari satu dekade di dunia rekaman, Dwi meyakini masa depan musik Indonesia akan semakin didorong oleh ekosistem independen yang sehat.
Untuk Media & Jurnalis
Butuh materi press, foto resolusi tinggi, atau ingin wawancara? Kami siap membantu.